Karya: Agus R. Sarjono
Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.
1998
***
Penjelajahan, dalam diri, dalam detail, dalam suasana, dalam kata, dalam angka, dalam semesta, dalam waktu... sampai kapanpun, will always be more delicious
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
17 Juni 2009
31 Mei 2009
kenapa sih?
Kenapa sih, manusia terlalu sombong untuk mengakui kesalahan diri?
Manusia selalu saja gengsi untuk mengakui kebenaran orang lain...,
Apakah memang keyakinan itu sesuatu yang sudah tidak bisa lagi diganggu gugat?
MENGAPA "ragu" tak boleh mengunjungi keyakinan itu?
MENGAPA mempertanyakan keyakinan dianggap salah?
MENGAPA sekadar untuk nge-cek apakah keyakinan ini benar atau salah saja dipersalahkan?
Kenapa sih? kalau memang jelas benar, mengapa banyak yang mempertanyakannya?
Selalu saja manusia menggembar-gemborkan tentang bahwa keyakinannya-lah yang paling benar, bukan sekedar doktrin, bukan taklid. Kalau nyatanya manusia hanya menerima saja tanpa memikirkannya lagi, sekedar percaya kepada yang memberikan tanpa menge-cek ke "sumber" kebenaran mutlak, ya apa bedanya dengan doktrin? apa bedanya dengan taklid?
bukankah saat ragu itu artinya sedang ada proses berpikir? melarang manusia untuk ragu, bukannya sama saja melarang manusia untuk berpikir? apa bedanya dengan pembodohan? penumpulan otak? katanya "pendidikan"? katanya "pembinaan"?
kenapa sih?
Manusia selalu saja gengsi untuk mengakui kebenaran orang lain...,
Apakah memang keyakinan itu sesuatu yang sudah tidak bisa lagi diganggu gugat?
MENGAPA "ragu" tak boleh mengunjungi keyakinan itu?
MENGAPA mempertanyakan keyakinan dianggap salah?
MENGAPA sekadar untuk nge-cek apakah keyakinan ini benar atau salah saja dipersalahkan?
Kenapa sih? kalau memang jelas benar, mengapa banyak yang mempertanyakannya?
Selalu saja manusia menggembar-gemborkan tentang bahwa keyakinannya-lah yang paling benar, bukan sekedar doktrin, bukan taklid. Kalau nyatanya manusia hanya menerima saja tanpa memikirkannya lagi, sekedar percaya kepada yang memberikan tanpa menge-cek ke "sumber" kebenaran mutlak, ya apa bedanya dengan doktrin? apa bedanya dengan taklid?
bukankah saat ragu itu artinya sedang ada proses berpikir? melarang manusia untuk ragu, bukannya sama saja melarang manusia untuk berpikir? apa bedanya dengan pembodohan? penumpulan otak? katanya "pendidikan"? katanya "pembinaan"?
kenapa sih?
Label:
inspirasi,
pendidikan,
pertanyaan
23 Januari 2009
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Matematika
Sebagai guru matematika, atau mahasiswa jurusan pendidikan matematika, pasti akan sering dihadapkan dengan tugas untuk menyusun silabus maupun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) matematika, entah itu SD, SMP, atau SMA.
Penyusunan silabus maupun RPP tidak bisa menyimpang dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Anda bisa mendownload SK dan KD khusus untuk mata pelajaran matematika via link di bawah ini:
Untuk matematika SMA, MA, SMALB, dan SMK:
http://www.ziddu.com/download/3271385/MAtSMA.zip.html
Untuk matematika SMP, MTs, SMPLB:
http://www.ziddu.com/download/3271406/MatSMP.zip.html
Untuk matematika SD, MI, dan SDLB:
http://www.ziddu.com/download/3271382/MatSD.zip.html
Jika anda ingin mengetahui Standar Isinya, silakan download via:
http://www.ziddu.com/download/3271511/STANDARISI.zip.html
Semoga bermanfaat. Salam sukses.
***
Penyusunan silabus maupun RPP tidak bisa menyimpang dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Anda bisa mendownload SK dan KD khusus untuk mata pelajaran matematika via link di bawah ini:
Untuk matematika SMA, MA, SMALB, dan SMK:
http://www.ziddu.com/download/3271385/MAtSMA.zip.html
Untuk matematika SMP, MTs, SMPLB:
http://www.ziddu.com/download/3271406/MatSMP.zip.html
Untuk matematika SD, MI, dan SDLB:
http://www.ziddu.com/download/3271382/MatSD.zip.html
Jika anda ingin mengetahui Standar Isinya, silakan download via:
http://www.ziddu.com/download/3271511/STANDARISI.zip.html
Semoga bermanfaat. Salam sukses.
***
Label:
kurikulum,
matematika,
pendidikan
21 Januari 2009
What makes mathematics more difficult?
Actually nothing makes math seems difficult, but your mind.
Benar sekali. Tidak ada yang membuat matematika tampak susah kecuali pikiran anda sendiri.
Pernahkah anda mengucapkan salah satu dari pernyataan-pernyataan menyesatkan di bawah ini?
Jika anda sering mengucapkan pernyataan-pernyataan di atas, dapat dipastikan salah satu gejala kronis di bawah ini pernah anda rasakan saat belajar matematika?
Tidak masalah. Anda harus percaya dan yakin bahwa semua bisa diatasi. Baca, pahami, resapi, pilih, kemudian ucapkanlah kalimat di bawah ini (yang menurut anda paling tepat) saat anda akan memulai belajar matematika:
Yakinlah, setelah anda meresapi dan mengucapkan kata-kata itu, matematika akan tampak mudah bagi anda. Buktikan! Saya sudah membuktikannya.
***
Benar sekali. Tidak ada yang membuat matematika tampak susah kecuali pikiran anda sendiri.
Pernahkah anda mengucapkan salah satu dari pernyataan-pernyataan menyesatkan di bawah ini?
”matematika adalah momok di sekolah”
”aku tidak berbakat di bidang matematika”
”matematika bukan keahlianku”
”sudah kubilang aku nggak bisa matematika”
”ada matematika hari ini? mati aku!”
”matematika kok sulit bgt sih!”
”andai nggak ada matematika di sekolah”
”matematika itu musuh besarku”
Jika anda sering mengucapkan pernyataan-pernyataan di atas, dapat dipastikan salah satu gejala kronis di bawah ini pernah anda rasakan saat belajar matematika?
mual
pusing
sakit perut
ingin muntah
pening
ingin pingsan
ingin menghilang
ingin segera selesai
jantung berdebar
keluar keringat berlebih
badan terasa gerah
muka terasa gatal-gatal
Tidak masalah. Anda harus percaya dan yakin bahwa semua bisa diatasi. Baca, pahami, resapi, pilih, kemudian ucapkanlah kalimat di bawah ini (yang menurut anda paling tepat) saat anda akan memulai belajar matematika:
setiap orang berbakat di bidang matematika
setiap orang pasti bisa menguasai matematika
matematika ada untuk manusia
manamungkin manusia tidak bisa bermatematika?
aku mau bisa bermatematika
aku pasti bisa menguasai matematika
aku pasti bisa menyelesaikan soal-soal matematika ini
aku dikaruniai bakat di semua bidang, termasuk matematika
aku akan berusaha untuk menaklukkan matematika
matematika itu sangat menyenangkan
matematika itu mudah
matematika itu ada untukku, manamungkin aku menghindarinya?
matematika itu teman hidupku
matematika itu mengayikkan
selalu ada yang baru dari matematika, menakjubkan
aku menyukai matematika
mathematics is amazing
mathematics is miracle
aku mencintai matematika
Yakinlah, setelah anda meresapi dan mengucapkan kata-kata itu, matematika akan tampak mudah bagi anda. Buktikan! Saya sudah membuktikannya.
***
Label:
education,
inspirasi,
matematika,
mathematics,
motivasi,
pendidikan
Langganan:
Postingan (Atom)