10 Juni 2009

Muhammad buta huruf....? Mungkinkah...?

Seorang Muhammad lahir ketika pendidikan di Arab adalah hal yang sangat diperhatikan...
Seorang Muhammad lahir saat sya'ir menjadi nafas bangsa Arab...
Seorang Muhammad adalah cucu seorang Abdul Muthalib...,
adalah seorang keponakan dari Abu Thalib...
dua orang "guru" yang tentunya mahir baca tulis...
(thalib-thalaba-thulaby)
Mungkinkah seorang Abdul muthalib membiarkan cucu yang diasuhnya tak mengenyam pendidikan sama sekali....
Mungkinkah seorang Abu Thalib membiarkan keponakan yang diasuhnya tak mengerti baca tulis...?
Seorang Muhammad juga adalah tangan kanan bisnisnya Khadijah...
Muhammad adalah seorang entrepreneur muda yang profesional...
Sudah menjadi syarat bahwa seorang rasul pastilah cerdas dan berpemikiran lebih maju dari umatnya...
Mari mencari celah..., apakah mungkin seorang Muhammad buta huruf...?
Allah menjelaskan yang dimaksud dengan kata "ummi" di QS 2:78....

***

07 Juni 2009

mencari....

mencari itu adalah perjalanan...

mencari itu butuh waktu...
mencari itu butuh mencoba...
mencari itu butuh kesalahan...
mencari itu butuh keraguan...
mencari itu butuh pemikiran...
mencari itu butuh kemauan keras...
mencari itu butuh keberanian mengakui kesalahan...
mencari itu butuh fleksibilitas...
mencari itu butuh toleransi...
mencari itu butuh kesediaan untuk berpindah...

mencari itu tak butuh kesombongan...
mencari itu tak butuh kemarahan...
mencari itu tak butuh fanatisme...
mencari itu tak butuh ekstrimisme...
mencari itu tak butuh kalimat "milikku paling sempurna"...
mencari itu tak butuh kalimat "melihat saja sudah cukup"...
(Meski sombong, marah, fanatik, ekstrim, selalu menghambat pencarian...)

karena mencari itu adalah meninggalkan, mencoba, meninggalkan, mencoba, barangkali sampai n kali, baru bisa memilih...


***

05 Juni 2009

selamat tinggal...

selamat bekerja wahai orang-orang yang gila kerja...
selamat menuai kesibukan wahai orang-orang yang gila kesibukan...
selamat memanen amanah dan tanggung jawab wahai orang-orang yang selalu mengemis amanah...
selamat berbangga dengan derap langkah yang dikejar waktu, nafas yang memburu, dan keringat yang bercucuran wahai orang-orang yang baginya tiada hidup tanpa karya dan kesibukan...
biarlah diri mengucapkan selamat tinggal kpd semua kesibukan itu...
biarlah diri mencari hakikat kehidupan yang hakiki...
bukan pendakian kosong yang hanya menyisakan kelelahan...
biarlah diri menanggalkan semua simbol kebanggaan itu...
menanggalkan ribuan derap langkah yang dikejar waktu...
menanggalkan semua desah nafas yang memburu...

***